Jamaah Naqsabandiyah Padang Rayakan Idul Fitri Senin

Red: Krisman Purwoko

Senin 29 Aug 2011 00:48 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,PADANG--Sekitar 100 orang pengikut Tarekat Naqshabandiyah Surau Baitul Makmur, Pasar Baru, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, merayakan Idul Fitri 1432 Hijriah pada Senin 29 Agustus 2011. "Berdasarkan keyakinan mengacu pada perhitungan metode hisab munjid serta rukyatul hilal (melihat bulan) yang digunakan dalam menentukan awal bulan, 1 Syawal 1432 Hijriah jatuh pada Senin 29 Agustus," kata Mursyid (pimpinan) Jamaah Tarekat Naqshabandiyah Surau Baitul Makmur, Syafri Malin Mudo, di Padang, Minggu malam.

Menurut dia, metode hisab munjid yang digunakan Jamaah Tarekat Naqshabandiyah untuk menentukan awal bulan berasal dari Mekah yang dikarang ulama besar di zaman Rasulullah. Selain itu, kata dia, dalam melaksanakan "rukyatul hilal" (melihat bulan) dilakukan secara langsung pada 8, 15, 22 dan 30 Syaban.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil "rukyatul hilal" ditetapkan 1 Ramadhan 1432 Hijriah jatuh pada 30 Juli 2011, dan setelah digenapkan 30 hari, 1 Syawal bertepatan pada 29 Agustus 2011. "Besok (Senin, 29 Agustus 2011) semua pengikut Tarekat Naqshabandiyah di Sumatera Barat sebanyak sekitar 8.000 orang merayakan Idul Fitri 1432 Hijriah," katanya.

Ia mengatakan, walaupun berbeda tanggalnya dengan pemerintah dalam merayakan Idul Fitri, tidak ada persoalan. "Pemerintah memiliki dasar dalam penetapan Idul Fitri, kami juga punya dasar yang mengacu pada Al-Quran dan Hadis," katanya.

Menurut dia, di Padang terdapat puluhan masjid dan mushala yang menjadi pusat peribadatan Jamaah Tarekat Naqshabandiyah. Masjid dan mushalla tersebut tersebar di Kecamatan Pauh dan Kecamatan Lubuk Kilangan. Di Pasar Baru terdapat dua mushalla dan di Kecamatan Lubuk Kilangan 29 mushalla.

Sebelumnya menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kementerian Agama Wilayah Sumatera Barat, Marzuki tetap mengimbau masyarakat agar merayakan Idul Fitri sesuai dengan keputusan pemerintah. "Dengan menunggu keputusan pemerintah akan menghilangkan keraguan terhadap penetapan Idul Fitri," katanya.

Ia berharap pelaksanaan Idul Fitri 1432 Hijriah dapat dilakukan dengan serentak sehingga suasananya menjadi lebih khidmat. Namun jika ada masyarakat yang lebih awal merayakan Idul Fitri mari saling menghormati dan menghargai perbedaan tersebut. "Perbedaan tersebut merupakan rahmat dan momentum lebaran harus dijadikan sarana untuk meningkatkan ukhuwah serta silaturahmi dengan sesama," katanya.

Terpopuler