Jalan Raya Serang Rawan Kecelakaan

Rep: Agung Sasongko/ Red: Johar Arif

Kamis 25 Aug 2011 17:45 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG--Bagi pemudik yang hendak melalui jalur alternatif Jakarta-Merak via jalan raya Serang, terutama saat melalui Desa Cimiung, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, patut waspada. Sebab, dikawasan ini rawan kecelakaan.

Komandan Pos, Ciruas, AKP Sutrisno mengatakan kawasan Ciruas berkarakteristik lurus, minim penerangan, dan padat lalu lintas. "Karakteristik itu diperparah dengan prilaku pengemudi yang ugal-ugalan," paparnya kepada republika.co.id, Kamis (25/8).

Titik rawan lainnya, ungkap Sutrisno, Desa Ranjeng, kecamatan Ciruas. Di kawasan itu karakteristiknya jalan lurus berlalu lintas padat. Kondisi diperparah dengan kebiasaan angkot berhenti sembarang. "Para pemudik perlu waspada," kata dia.

Sutrisno mengungkap angka kecelakaan di kedua kawasan tersebut cukup tinggi. Tahun 2010 lalu, angka kecelakaan mencapai 45 orang, dengan rincian 15 orang meninggal, 16 orang luka berat dan 14 orang luka ringan. Jumlah tersebut melebihi tahun 2009 silam, dengan rincian, 36 korban, 10 orang meninggal, 8 orang luka berat dan 15 luka ringan. "Kebanyakan korban kecelakaan yaitu tadi akibat ugal-ugalan," kata dia.

Dari pantauan tim mudik republika, Kamis (25/8), jalan alternatif Jakarta-Serang cukup bagus. Jalan ini memiliki aspal yang mulus dengan lebar 3 meter. Keuntungan pemudik melalui jalur ini tidak adanya bus besar. Di jalur ini, juga tersedia tempat peristirahatan dan pengisian bahan bakar 24 jam. Selain itu, terdapat pula klinik atau pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) seperti Puskesmas Dengan Tempat Perawatan (DTP) Ciruas.

Namun, saat memasuki KM 80, terdapat pabrik, pasar Ciruas, yang rentan memicu kemacetan. Belum lagi, keberadaan angkutan umum dan sepeda motor yang kerap berhenti sembarang dan berprilaku ugal-ugalan lantaran ketiadaan polisi tidur.

Karena itu, pemudik diharapkan waspada. Sebab, tidak ada jalur alternatif guna menghindari jalur tersebut. Melaju dengan kecepatan sedang, berikut dengan fokus dalam berkendaraan dapat mengurangi resiko terjadinya kecelakaan.

Sementara, hingga H-5, jalur alternatif Jakarta-Merak melalui Serang masih lengang. Belum terlihat aktivitas pemudik yang melalui jalur ini, baik pengendara sepeda motor dan kendaraan roda empat. Diprediksi, kawasan ini akan dipenuhi pemudik H-2.

Terpopuler