Ramadhan, Konsumsi Komunitas Muslim Sokong Ekonomi Prancis

Rep: Agung Sasongko/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Rabu 24 Aug 2011 15:25 WIB

Muslim di Prancis (Ilustrasi) Foto: AP Photo Muslim di Prancis (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS — Selama Ramadhan komunitas Muslim Perancis menghabiskan uang 400 juta Euro. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat ketimbang Ramadhan sebelumnya. Demikian pemaparan hasil survey Institut Ecofin perihal pola konsumsi penduduk Muslim di Perancis, Rabu (24/8).

Menurut Ecofin, selama Ramadhan, total uang yang dihabiskan komunitas Muslim Perancis meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dengan jumlah demikian besar, Muslim Perancis mendorong perekonomian negeri itu yang terancam lesu.

Sebagai gambaran saja, dari setiap pasar halal yang digelar menghasilkan omset 550 juta Euro. Itu disebabkan, konsumsi produk halal segera meluas tidak hanya sebatas daging, tetapi juga beragam makanan halal seperti makanan siap saji, makanan bayi, dan kue-kue.  Disaat bersamaan, pengecer makanan besar di Perancis mulai menawarkan merk khusus untuk makanan halal.

Sementara, hasil survei 2010 yang digarap oleh Symphony IRI Insights Group, menyebutkan omset produk halal mengalami 23% dengan margin keuntungan 140 juta euro.  Menurut Symphony, peningkatan kesadaran keagamaan dikalangan Muslim Perancis telah memberikan kontribusi terhadap kegiatan ekonomi.

Fakta itu didukung dengan survey Ecofin yang menyebutkan 71 persen Muslim Perancis berpuasa. Persentase itu naik signifikan ketimbang tahun 1989 yang mencapai 60 persen. Dari jumlah tersebut, 25% Muslim perancis aktif mendatangi masjid. 

Hasil survei lain dari Institut Ifop menunjukkan umat Islam lebih dari 20 tahun yang lalu cenderung menjalankan. Kini, mereka lebih cenderung untuk mengamati puasa di bulan Ramadhan.

Terpopuler