Baznas: Potensi Zakat Nasional Rp 217 Triliun

Red: Krisman Purwoko

Jumat 19 Aug 2011 21:16 WIB

Zakat (Ilustrasi) Zakat (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,PADANG--Badan Amil Zakat Nasional mendata potensi zakat yang bisa dihimpun di Tanah Air mencapai Rp217 triliun per tahun dan saat ini baru bisa dihimpun Rp1,5 triliun. "Berdasarkan survei yang dilakukan BAZNAS dengan Intitut Pertanian Bogor dan Islamic Development Bank pada 2011 jumlah zakat yang bisa dihimpun mencapai Rp217 triliun per tahun ," kata Manajer Pengumpulan Zakat BAZNAS Donny Armando Razalie di Padang, Jumat pada acara buka bersama dengan 1.000 anak yatim.

Menurut dia, dari potensi sebesar itu yang bisa dihimpun sangat sedikit, hanya mencapai Rp1,5 triliun. "Hal itu disebabkan adanya persepsi yang keliru di masyarakat yang memandang zakat bukan kewajiban, namun bersifat sukarela," lanjut dia.

Kemudian, katanya, di masyarakat juga berkembang pemahaman bahwa zakat hanya berupa zakat fitrah yang dibayar setiap bulan Ramadhan. "Padahal, zakat tidak hanya berupa zakat fitrah, namun juga zakat harta dan zakat profesi," kata dia.

Selain itu, kata dia, ada yang memandang zakat merupakan urusan pribadi antara pembayar zakat dengan Tuhan sehingga itu menjadi urusan pribadi. Berikutnya, masih rendahnya kesadaran masyarakat berzakat disebabkan oleh belum optimalnya sinergi antara lembaga amil zakat yang cenderung berjalan sendiri-sendiri.

Tidak hanya itu, saat ini, katanya, juga banyak bermunculan lembaga amil zakat dadakan yang hanya bersifat musiman. Untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat, salah satu misi BAZNAS secara berkala terus melakukan sosialisasi dan edukasi tentang zakat kepada masyarakat.

Kemudian membangun kemitraan dengan berbagai perusahaan untuk menghimpun zakat dan menyalurkannya dalam bentuk program yang tepat sasaran. Donny juga menilai saat ini terjadi pengingkatan kesadaran kelas menengah di Tanah Air untuk membayar zakat dimana ini merupakan potensi yang bisa dikelola lebih optimal.

Terpopuler