Yuk... Buka Bareng Gratis di Masjid Luar Batang

Rep: Ahmad Islamy Jamil/ Red: Djibril Muhammad

Ahad 07 Aug 2011 15:15 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Liputan acara buka bersama di halaman Masjid Jami' Keramat Luar Batang, akan melengkapi Ramadhan Anda tahun ini. Republika mengunjungi salah satu tempat kuno di Kelurahan Penjaringan Jakarta Utara tersebut pada Sabtu (6/8), kemarin.

Suasana keakraban dan persaudaraan begitu terasa ketika Anda duduk bersama warga Luar Batang dan sekitarnya yang ramah. Selain ramah, orang-orang di sana juga penuh canda. Jadi Anda tidak perlu tegang atau terlalu serius ketika berhadapan dengan mereka. Yang terpenting Anda berpakaian dan berlaku sopan ketika berada dalam komplek masjid.

Baru saja sampai di sana, panitia langsung mempersilakan Anda untuk duduk di tempat yang telah disediakan. Panitia lalu mengantarkan hidangan perbukaan ke tempat Anda. Ya, begitulah caranya. Setiap ada yang datang, akan mendapat bagian. Tidak perlu meminta, mereka akan mengantarkannya untuk Anda.

Menu buka yang dihidangkan pun cukup untuk mengisi perut yang kosong. Hari itu Republika disuguhi semangkuk kolak pisang, beberapa potong gorengan, kue basah dan segelas air mineral.

Hidangan berbuka disumbangkan oleh donatur yang umumnya merupakan warga Luar Batang sendiri. "Para donatur terdiri dari beberapa KK, dan di-rolling setiap tujuh hari." Ujar Iwan (37), salah seorang staf humas di masjid tersebut.

Selain itu, ada serangkaian acara yang dimulai setengah jam sebelum waktu berbuka masuk. Kira-kira Jam 17:30 WIB, beberapa orang ustadz telah berkumpul di teras Kantor Humas Masjid. Mereka lalu membaca tahlilan yang dikeraskan dengan pengeras suara.

Tahlilan ini secara tak langsung juga berfungsi untuk mengundang warga yang berniat berbuka di situ. Jamaah yang hadir terdengar mengikuti apa yang diucapkan oleh para ustadz tersebut. Acara tahlilan waktu itu dipimpin oleh Ustadz H. Fuad Salim, Ustadz Nur Salam, dan Ustadz Hujairi Abbas. Mereka semua adalah tokoh masyarakat Luar Batang.

Saat waktu magrib tiba, tahlilan pun ditutup dengan memukul bedug. Setelah itu, "Selamat berbuka!"

Format acara buka bersama itu sendiri sudah menjadi tradisi di Masjid Jami’ Keramat Luar Batang. "Setiap tahun kita mengadakannya seperti ini." Kata Yusuf, warga Luar Batang yang kesehariannya bekerja sebagai pedagang ikan di Muara Baru. Kapan bermulanya tradisi ini, hingga sekarang masih samar.

Terpopuler