Selasa, 11 Rajab 1434 / 21 Mei 2013
find us on : 
  Login |  Register

Berolahraga Saat Puasa, Beginilah Caranya

Selasa, 31 Juli 2012, 09:08 WIB
Komentar : 0
.
Olahraga ringan seperti lari-lari kecil dianjurkan saat berpuasa/ilustrasi
Olahraga ringan seperti lari-lari kecil dianjurkan saat berpuasa/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Puasa bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan dan tidak berolahraga. Meski tubuh sedang berpuasa, olahraga masih tetap dibutuhkan agar tetap bugar. Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan FKUI-RSCM, Ari Fahrial Syam, mengatakan olahraga tetap bisa dilakukan saat puasa.

 

Olahraga yang dimaksud adalah yang ringan. ‘’Saat puasa, olahraga sebaiknya dilakukan pagi hari atau setelah subuh. Jenis olahraganya seperti jalan-jalan pagi sekitar 30 menit, bersepeda selama 30 menit, atau aktivitas bergerak selama 15 menit,’’ kata dia. Menurut Ari, yang harus dihindari adalah olahraga berat dan terlalu banyak mengeluarkan keringat seperti lari. “Prinsipnya untuk olahraga jangan terlalu diforsir,’’ katanya.

Latihan fisik ini, tutur Ari, juga dapat dilakukan sore hari (menjelang waktu berbuka). Bisa jalan-jalan atau bersepeda. Olahraga saat berpuasa tetaplah penting. Namun, harus disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi tubuh. Karena itu, pemilihan waktu, durasi, dan jenis olahraga harus diperhatikan.

Dokter spesialis olahraga, Grace Tumbelaka, mengatakan persiapan fisik perlu dilakukan saat berpuasa. Persiapan itu meliputi sahur dan olahraga minimal tiga kali seminggu.

Menurut dia, olahraga masih bisa dilakukan selama berpuasa. Hal ini karena cadangan lemak dalam tubuh masih mencukupi. Lemak inilah yang nantinya dibakar saat berolahraga. Namun, aspek waktu dan jenis olahraga yang tepat saat ber puasa perlu diperhatikan. “Hal ini dimaksudkan agar olahraga bisa bermanfaat bagi tubuh secara optimal,” ujarnya.

Menurut Grace, ada beberapa tips berolahraga yang bisa dilakukan selama puasa. Pertama, olahraga bisa dilakukan 30 menit sebelum berbuka. Kalaupun ingin berolahraga malam hari, sebaiknya dilakukan dua jam setelah berbuka. 

Kedua, sebaiknya pilih olahraga ringan, seperti jogging, treadmill, dan sepeda statis. Latihan beban hendaknya dihindari. ‘’Latihan beban menghasilkan gula glikogen. Latihan ini membuat tubuh cepat lelah. Tubuh butuh waktu untuk pemulihan saat latihan beban. Jadi, latihan ini kurang tepat dilaksanakan selama berpuasa,’’ kata Grace.

Ketiga, hindari berolahraga menjelang waktu tidur. Ini dilakukan agar tubuh diberi kesempatan untuk beristirahat. 

Keempat, sesuaikan dengan kondisi tubuh. Jika sudah biasa olahraga rutin, setiap dua hari sekali selama bulan puasa bisa jadi pilihan. Jika tidak biasa olahraga rutin, sebaiknya memulainya secara perlahan-lahan.

Kelima, carilah tempat yang sejuk untuk berolahraga. Jika jogging atau olahraga lainnya di tempat terbuka, lakukan di kawasan yang sejuk. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengeluaran keringat berlebih. 

 

Reporter : Anjar Fahmiarto
Redaktur : Endah Hapsari
2.780 reads
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Alhamdulillah, Malawi Bangun Universitas Islam Pertama
LILONGWE---Muslim Malawi tak lama lagi akan membuka Universitas Islam pertama di negara itu. Pembangunan kampus ini diharapkan dapat mempromosikan pendidikan modern dikalangan Muslim. Pembangunan...