Minggu, 9 Rajab 1434 / 19 Mei 2013
find us on : 
  Login |  Register

Tantangan Muslim di Arktik Saat Ramadhan

Rabu, 25 Juli 2012, 04:56 WIB
Komentar : 0
onislam.net
Langit tengah malam di Arktik
Langit tengah malam di Arktik

Bagaimana seseorang bisa menjalani puasa dari fajar hingga senja ketika di tempat itu tak ada senja atau fajar? Pertanyaan itu dihadapi sejumlah kecil Muslim--namun terus bertumbuh--yang menyambut Ramadhan di bagian paling ujung Eropa, di mana matahari hanya 'tercelup' sedikit di bawah horizon saat ini, dalam setahun

Di Rovaniemi, kota kecil di utara Finlandia yang berada di sisi Lingkaran Arktik di 66 derajat utara, matahari terbit sekitar 3.20 pagi dan tenggelam sekitar 11.20 malam. Itu berarti muslim yang berpuasa bisa menjalani hari tanpa makanan dan minuman selama 20 jam.

Dalam beberapa tahun terakhir, Ramadan dimulai lebih dekat dengan titik balik matahari musim panas pada akhir Juni. Itu adalah waktu ketika matahari bahkan tidak tenggelam sama sekali.

"Kita harus menggunakan nalar," ujar Mahmoud Said, 27 tahun, yang datang ke Lapland, Finlandia dari Kenya tiga tahun lalu. Bagi Said, itu berarti mengikut jam puasa dari negara Muslim terdekat, yakni Turki.

"Kira-kira 14-15 jam berpuasa, lumayan, tak terlalu buruk," ujar Said yang bekerja di sebuah lembaga nonpemerintah bergerak membantu imigran yang ingin tinggal di kawasan tersebut. Ia memperkirakan saat ini ada seratusan Muslim di Rovaniemi yang ebagian besar dari Irak, Somalia dan Afghanistan.

Tak ada kesepakatan bulat bagaimana mengatasi masalah hitungan waktu puasa. Itulah yang menjadi kendala utama mengingat imigran Muslim mulai tinggal menyebar di area dekat Arktik.  Di Alaska misal, pusat Komunitas Islam Anchorage, setelah berkonsultasi dengan ulama, menyarankan umat Muslim yang tinggal di kawasan itu untuk mengikuti waktu puasa Mekkah.

Namun, Dewan Eropa untuk Fatwa dan Riset yang berbasis di Dublin, mengatakan Muslim perlu mengikuti jadwal terbit dan tenggelam matahari, bahkan di kawasan utara sekalipun.

"Debat mengenai bagaimana berpuasa di utara telah berjalan selama beberapa tahun terakhir," ujar pimpinan Asosiasi Islam Swedia, Omar Mustafa. "Kami pun berpuasa menurut jadwal edar matahari. Sebisa mungkin dari fajar hingga senja. Ketentuan ini diikuti oleh 90 persen Muslim Swedia."

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : NBC
11.871 reads
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(QS Al-Baqarah: 39)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Wow, Kemeja 100 Hari Pakai Tak Perlu Dicuci
JAKARTA--Untuk sebagian pria, mencuci kemeja adalah hal yang merepotkan. Tak heran, apabila kemeja yang dipakai bisa berhari-hari tetap dikenakan. Produsen kemeja asal...