Jumat, 28 Ramadhan 1435 / 25 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register
Rabu, 20 Juli 2011, 10:47 WIB

In Picture: Menyambut Ramadhan di Mancanegara

  • Pedagang menjual dekorasi Ramadhan, berupa hiasan lampu neon bulan dan bintang, di tepi jalan di Amman, ibu kota Yordania, Senin (18/7). Ramadhan di Yordania dimulai awal Agustus.

  • Warga Yaman, Selasa (19/7), menggelar protes menentang aksi demonstrasi antipemerintah yang masih berlangsung. Menjelang Ramadhan, mereka meminta demonstran antipemerintah meninggalkan wilayah tersebut. Spanduk di latar belakang berbunyi ‘Ramadhan telah tiba, tenda masih juga berdiri\'.

  • Seorang warga Yordania berbelanja di sebuah toko minuman di Amman, Selasa (19/7). Pemerintah Yordania melarang jual beli minuman selama Ramadhan, dan toko-toko seperti ini diharuskan tutup selama bulan suci bagi umat Islam tersebut.

  • Seorang Bapak sambil menggendong anaknya berjalan melalui deretan lentera tradisional yang dijajakan di pinggir jalan, Senin (18/7). Tradisi warga menghiasi Ramadhan dengan lentera tradisional membuat Mesir ‘penuh warna’ selama bulan suci.

  • Seorang warga Mesir memeriksa lentera tradisional di sebuah toko di Cairo, Senin (18/7). Lentera tradisional banyak dijual menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Warga Mesir umumnya menghiasi rumah, toko, dan jalanan dengan lentera tradisional selama Ramadhan.

  • Dua warga melintasi toko yang dipenuhi lentera tradisional di Cairo, Mesir, Senin (18/7). Menyambut Ramadhan, warga Mesir membeli lentera berwarna-warni ini untuk menghiasi rumahnya.

.

Redaktur : Johar Arif
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda
Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))