Senin, 10 Rajab 1434 / 20 Mei 2013
find us on : 
  Login |  Register

Penumpang Keluhkan Aturan di Stasiun Senen

Senin, 20 Agustus 2012, 19:43 WIB
Komentar : 0
Republika/Prayogi
Pemudik di Stasiun Senen (ilustrasi).
Pemudik di Stasiun Senen (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penumpang mengeluhkan kebijakan tak boleh masuk stasiun sebelum dipanggil oleh petugas. Sementara, petugas baru memanggil nama kereta sekitar satu jam sebelum keberangkatan kereta api.

Supriyadi (53 tahun) mengatakan tiba di Stasiun Senen sekitar pukul 17.00 WIB. Sementara, menurutnya kereta yang akan membawanya ke Purwokerto baru berangkat sekitar pukul 19.00 WIB. Namun, dia dicegat petugas untuk tidak memasuki stasiun terlebih dahulu sebelum dipanggil. "Biar tidak mengumpul di dalam," ujarnya menirukan ucapan petugas, Senin (20/8).

Menurutnya, kebijakan yang dibuat PT KAI sangat ketat. Malah, dia mengatakan aturannya lebih ketat daripada naik pesawat di bandara. Dia mengatakan untuk masuk stasiun harus menyiapkan KTP untuk disamakan dengan identitas di tiket. Jika berbeda, penumpang tidak boleh masuk.

Sementara, penumpang boleh mengganti identitas di tiket dengan membawa KTP atas nama sendiri dan KTP yang digunakan untuk membeli. Selain itu, harus membayar 25 persen dari harga tiket.

Sementara, Hadi (48 tahun) salah seorang pengantar penumpang tujuan Kutoarjo, Jawa Tengah juga mengeluhkan hal yang sama. Dia menduga kursi yang ada di dalam sebagian dipindah keluar. Namun, tetap tidak cukup menampung. Dia juga mengatakan telah tiba sejak habis Ashar dan keretanya baru akan berangkat pukul 19.30 WIB. Dia mengaku terpaksa duduk di emperan toko yang ada di stasiun. "Jadi kayak orang telantar," kata dia.

Selain itu, dia juga mengeluhkan adanya larangan pengantar dilarang masuk. Dia mengaku kasihan terhadap para penumpang yang membawa barang terlebih perempuan. Akhirnya, dia harus menyewa porter.

Sementara, situasi Stasiun Pasar Senen di hari kedua Lebaran terpantau masih padat. Ada pula yang masih mengantre tiket kereta api ekonomi hari berikutnya. Namun, masih banyak calon penumpang yang duduk di sembarang tempat akibat jumlah calon penumpang melebihi kapasitas kursi yang disediakan.

Reporter : Rina Tri Handayani
Redaktur : Dewi Mardiani
1.392 reads
Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya ((HR Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Wow, Kemeja 100 Hari Pakai Tak Perlu Dicuci
JAKARTA--Untuk sebagian pria, mencuci kemeja adalah hal yang merepotkan. Tak heran, apabila kemeja yang dipakai bisa berhari-hari tetap dikenakan. Produsen kemeja asal...