Sunday, 9 Rajab 1434 / 19 May 2013
find us on : 
  Login |  Register

KPAI Minta Keselamatan Anak Diperhatikan Saat Mudik

Friday, 10 August 2012, 18:01 WIB
Komentar : 0
ANTARA/R. Rekotomo
Pemudik sepeda motor dengan tiga penumpang melintas di Jalan Raya Mangkang Semarang, Jateng, Sabtu (27/11). Masih banyak pemudik sepada motor yang tidak menghiraukan larangan lebih dari dua orang.
Pemudik sepeda motor dengan tiga penumpang melintas di Jalan Raya Mangkang Semarang, Jateng, Sabtu (27/11). Masih banyak pemudik sepada motor yang tidak menghiraukan larangan lebih dari dua orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong pemerintah, polisi dan masyarakat untuk peduli terhadap keselamatan anak-anak yang menumpang kendaraan roda dua saat aktivitas mudik berlangsung. Desakan itu disampaikan berdasarkan pertimbangan jumlah kendaraan roda dua yang kerap memadat di perlintasan mudik.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asroruni Ni'am Sholeh, menuturkan anak-anak kerap menjadi korban atas kekerasan hati orang tuanya yang bersikukuh pulang ke kampung halamannya dengan menggunakan kendaraan roda dua. Tidak jarang, tutur dia, anak-anak menderita sakit bahkan meninggal dunia karena kecelakaan atau kelelahan di tengah perjalanan mudik.

"Hal semacam ini harus menjadi perhatian pemerintah, polisi, masyarakat dan pelaku mudik," ujar Asrorun di Kantor KPAI, Jumat (10/8).

Kendati begitu, Asrorun tidak menampik fakta bahwa pengemudi kendaraan roda dua dapat memperpendek jarak dan waktu tempuh perjalanan menuju kampung halamannya. Dia pun mengakui bahwa perjalanan dengan kendaraan roda dua akan lebih ekonomis tinimbang dengan kendaraan roda empat.

"Tapi, itu semua bukan menjadi pembenar atas anak yang kemudian sakit atau meninggal dunia karena lelah atau kecelakaan," ucap Asrorun.

Oleh karena itu, Asrorun menyatakan, dalam hal ini, pemerintah, polisi dan masyarakat harus bersinergi untuk memecahkan persoalan itu. Pemerintah melalui Departemen Perhubungan misalnya, ungkap dia, dapat menyediakan atau menyiapkan bus bagi pemudik yang hendak melakukan perjalanan dengan motor sehingga mereka urung menggunakan kendaraan roda duanya.

Untuk polisi, tutur Asrorun, mereka sebaiknya juga mengingatkan pengemudi kendaraan roda dua yang berpenumpang anak-anak untuk berhati-hati dalam mengendalikan motor. Bahkan, ujar dia, bila memungkinkan, pengendara tersebut ditegur dan diperintahkan untuk menggunakan bus bagi ibu dan anaknya yang kemudian akan bertemu pada satu titik dengan ayahnya yang mengendarai motor.

"Sedangkan untuk masyarakat, bagi mereka yang kediamanannya dilalui pemudik untuk sudi kiranya membuka pintu untuk pemudik yang hendak berisitirahat sejenak di tengah perjalanannya menuju kampung halaman," ucap Asrorun kepada Republika.


Reporter : Asep Wijaya
Redaktur : Hazliansyah
679 reads
Seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor kucing tanpa memberinya makanan atau melepaskannya mencari makan dari serangga tanah((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Wow, Kemeja 100 Hari Pakai Tak Perlu Dicuci
JAKARTA--Untuk sebagian pria, mencuci kemeja adalah hal yang merepotkan. Tak heran, apabila kemeja yang dipakai bisa berhari-hari tetap dikenakan. Produsen kemeja asal...