Senin 24 Apr 2023 15:01 WIB

Penelitinya Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah, Kepala BRIN Janji Proses Etik

Kepala BRIN janji akan proses secara etik AP Hasanuddin yang ancam warga Muhammadiyah

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Bilal Ramadhan
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko. Kepala BRIN janji akan proses secara etik AP Hasanuddin yang ancam warga Muhammadiyah
Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko. Kepala BRIN janji akan proses secara etik AP Hasanuddin yang ancam warga Muhammadiyah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menyoroti ancaman membunuh semua warga Muhammadiyah yang dilontarkan salah satu peneliti BRIN, Andi Pangerang Hasanuddin. Menurut dia, hal itu sangat disayangkan, seraya berjanji untuk melakukan pengecekan di internal BRIN.

“Apabila penulis komentar tersebut dipastikan ASN BRIN, sesuai regulasi yang berlaku BRIN akan memproses melalui Majelis Etik ASN, dan setelahnya dapat dilanjutkan ke Majelis Hukuman Disiplin PNS sesuai PP 94/2021,” kata Laksono Tri Handoko di Jakarta, Senin (24/4/2023).

Baca Juga

Dia menyebut, preseden kurang menyenangkan ini menjadi sangat disayangkan, apalagi saat duduk perkara hanya karena perbedaan hari raya Idul Fitri 1444 H. Dalam perkembangan isu di media daring itu, pihaknya menyebut masih melakukan pengecekan lebih jauh.

Menurut dia, langkah konfirmasi dilakukan untuk memastikan apakah benar sivitas tersebut adalah ASN di BRIN atau bukan. “Saat ini BRIN sedang melakukan pengecekan kebenaran atas informasi,” jelas dia.

Dia berharap, masyarakat tidak terpancing dengan isu yang beredar. Laksana, juga meminta publik agar bisa merujuk pada sumber informasi lebih terpercaya ke depannya.

Setelah ramai di media sosial soal ancaman membunuh semua warga Muhammadiyah, kini beredar surat permintaan maaf dan klarifikasi. Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanuddin yang melakukan pengancaman di media sosial, mengakui jika komentar di akun Facebook nya merupakan keterangan benar dan kesadaran pribadi.

“Saya berkomentar demikian dilandasi dari rasa emosi dan ketidakbijaksanaan saya saat melihat akun tersebut diserang oleh sebagian warga Muhammadiyah,” kata AP Hasanuddin dalam surat yang beredar tersebut, dikutip, Senin (24/4/2023).

Menurutnya, komentar di Facebook kemarin, 23 April 2023, di akun Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djalaluddin, tidak sedang diretas oleh orang lain. Sebab itu, pihaknya mengucapkan permintaan maaf dan berjanji tidak akan mengulang aksi yang sama.

“Saya bersedia diproses lebih lanjut jika diperlukan, dan saya minta maaf sebesar-besarnya,” kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement