Jumat 10 Mar 2023 18:35 WIB

Pakar Taksonomi: Bunga Rawa yang Rusak di Rancaupas Sangat Langka

Pakar taksonomi sebut bunga rawa yang rusak di Rancaupas, Bandung, sangat langka.

Petani di Rancaupas, Kabupaten Bandung, Supriatna geram karena tanaman langka di daerah itu rusak karena acara motor trail. Pakar taksonomi sebut bunga rawa yang rusak di Rancaupas, Bandung, sangat langka.
Foto: Tangkapan layar video di Instagram
Petani di Rancaupas, Kabupaten Bandung, Supriatna geram karena tanaman langka di daerah itu rusak karena acara motor trail. Pakar taksonomi sebut bunga rawa yang rusak di Rancaupas, Bandung, sangat langka.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pakar Taksonomi Tumbuhan Universitas Padjadjaran (Unpad) Joko Kusmoro mengatakan jenis Bunga Rawa yang rusak di kawasan wisata Rancaupas, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, klasifikasinya sangat langka.

Joko mengatakan tumbuhan yang memiliki nama latin Ericaulon Brownianum Mart itu hanya tumbuh di dua tempat di Indonesia. Selain di kawasan rawa Rancaupas, bunga itu juga tumbuh di kawasan Danau Ciharus, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Baca Juga

"Di tempat yang lain saya belum menemukan. Yang saya ketahui di Rancaupas, di Danau Ciharus juga kayanya masih ada gitu," kata Joko di Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/3/2023).

Menurutnya, Bunga Rawa itu merupakan tumbuhan herbal yang hidup sepanjang tahun. Sepintas, kata dia, tumbuhan itu terlihat seperti rumput, tetapi terdapat bunga berwarna putih di ujung atasnya.

Bunga Rawa juga berbeda dengan Bunga Edelweiss(Anaphalis Javanica). Adapun habitat Bunga Rawa, lanjut dia, berada di daerah rawa atau tepi danau di dataran yang memiliki ketinggian 1.600 hingga 2.500 meter di atas permukaan laut (mdpl).

"Bunga Rawa sering juga disebut bunga abadi tapi berbeda dengan Edelweis yang habitatnya di dekat kawah atau puncak gunung," katanya.

Selain itu, menurutnya, ada juga tumbuhan yang serupa dengan Bunga Rawa yang ditemukan di Gunung Dieng, daerah Aceh, serta Sumatera Barat. Namun, kata dia, jenisnya itu berbeda karena memiliki nama latin Ericaulon Sp.

Joko mengatakan keberadaan Bunga Rawa bisa rusak bukan hanya dengan kesengajaan manusia saja, tetapi dengan keberadaan manusia di sekitarnyaBunga Rawa bisa saja menjadi hilang.

"Dia tuh sebetulnya kena bau keringat juga bisa lama kelamaan tidak beradaptasi," ujarnya.

Untuk itu, ia pun meminta kepada pihak-pihak yang berwenang agar melindungi tumbuhan tersebut, karena selain untuk kelestarian lingkungan, juga sangat penting untuk ranah akademik.

"Kalau sudah hilang kaya gitu mungkin tidak ditemukan lagi," kata Joko.

Sebelumnya sebagian lahan di kawasan wisata Rancaupas, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, rusak akibat adanya kegiatan motor trail pada Ahad (5/3/2023). Di lahan tersebut terdapat Bunga Rawa yang juga ikut tergilas oleh ratusan motor itu.

Bupati Bandung Dadang Supriatna pun mengecam atas adanya kegiatan yang merusak lingkungan tersebut. Di samping itu, Polresta Bandung pun telah menyelidiki kasus itu guna mencari pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan lahan di Rancaupas.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement