Senin 14 Nov 2022 17:12 WIB

Sri Mulyani Ungkap Perkembangan Pandemic Fund di Pertemuan Menteri G20

Pandemic Fund akan menjadi solusi dan upaya percepatan antisipasi hadapi pandemi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pidato pada pertemuan Gabungan Menteri Keuangan dan Kesehatan G20 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, 12 November 2022. KTT Kelompok Dua Puluh (G20) Kepala Negara dan Pemerintahan ke-17 akan diselenggarakan di Bali mulai 15 hingga 16 November 2022.
Foto: EPA-EFE/MADE NAGI
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pidato pada pertemuan Gabungan Menteri Keuangan dan Kesehatan G20 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, 12 November 2022. KTT Kelompok Dua Puluh (G20) Kepala Negara dan Pemerintahan ke-17 akan diselenggarakan di Bali mulai 15 hingga 16 November 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- The 2nd G20 Joint Finance and Health Ministers Meeting (JFHMM) telah dilaksanakan Pada 13 November 2022, di Grand Ballroom, Hotel Grand Hyatt Bali.

Terdapat beberapa pembahasan dalam pertemuan tersebut salah satunya terkait perkembangan dari pembentukan Financial Intermediary Fund (FIF) atau pandemic fund untuk Kesiapsiagaan, Pencegahan, dan Penanggulangan Pandemi (PPR).

Acara ini merupakan Pertemuan Tingkat Tinggi antar Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan diantara negara-negara G20. Pertemuan ini dipimpin oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, bersama dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

“Kami sangat senang dan bahagia bahwa malam ini kami dapat mencapai hasil ini dengan cara yang sangat signifikan. JFHTF dengan co-chair Italia dan Indonesia serta didukung oleh WHO dan World Bank, telah melanjutkan mandat pimpinan G20 dengan membentuk FIF yang sekarang kami akan menyebutnya sebagai pandemic fund,” ungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Joint Press Conference The 2nd JFHMM bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Sabtu (12/11/2022).

Pandemic Fund yang telah terbentuk pada 8 September 2022, hingga kini telah mencapai lebih dari 1,4 miliar dolar AS komitmen finansial telah diumumkan oleh 24 negara donor dan 3 filantropi. Menkeu menyatakan, ini adalah awal yang menjanjikan untuk menyambut lebih banyak pihak berkontribusi pada dana tersebut, tidak hanya terbatas pada negara anggota G20.

“Salah satu prioritas terpenting bagi Indonesia adalah untuk mengatasi masalah pandemi dan bagaimana dunia dapat membangun mekanisme pembiayaan yang dapat diandalkan untuk merespon pandemi lebih baik,” ujar Menkeu.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya sisi kesehatan dan keuangan. Kondisi pandemi COVID-19 menyadarkan seluruh pihak bahwa nasib perekonomian kita erat kaitannya dengan kondisi kesehatan kita.

“Kesehatan adalah kekayaan kita yang sebenarnya. Tanpa kesehatan, ekonomi kita menderita. Dan sebaliknya, kekayaan mengarah pada kesehatan yang lebih baik,” kata Budi.

Selain itu, Menteri Keuangan Amerika Serikat, Jannet Yellen mengatakan, dengan adanya Pandemic Fund, percepatan pemulihan akan terealisasi sebagai upaya untuk mengantisipasi pandemi di masa yang akan datang.

“Pandemic Fund akan menjadi solusi dan upaya percepatan antisipasi dalam menghadapi pandemi, serta berharap pendanaan ini mampu memaksimalkan sumber dana yang tersedia, memberikan hasil yang lebih konkrit dan disesuaikan dengan kondisi sebuah negara.” jelas Menteri keuangan Amerika Serikat, Jannet Yellen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement