Ahad 01 May 2022 15:39 WIB

Anak di Wakatobi Diajarkan Sejak Dini untuk Jaga Lingkungan

Anak-anak di Wakatobi telah diajarkan sejak dini untuk menjaga lingkungan.

Wisatawan menyelam di titik selam Mari Mabuk, Pulau Tomia, Waha, Tomia, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Anak-anak di Wakatobi telah diajarkan sejak dini untuk menjaga lingkungan.
Foto: Antara/Dewi Fajriani
Wisatawan menyelam di titik selam Mari Mabuk, Pulau Tomia, Waha, Tomia, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Anak-anak di Wakatobi telah diajarkan sejak dini untuk menjaga lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama Jasa Raharja dan Kelompok Ekowisata Masyarakat Poassa Nuhada Desa Kulati, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, mengajar anak-anak di daerah itu sejak dini agar menjaga lingkungan.

Ketua Kelompok Ekowisata Poassa Nuhada, Nyong Tomia mengatakan upaya itu dilakukan dengan menggelar lomba ecobrick bagi anak pelajar SD dan SMP yang ada di daerah tersebut.

Baca Juga

"Lomba ecobrick ini dilakukan sebagai salah satu upaya dalam mengkampanyekan bahaya sampah plastik di lingkungan masyarakat desa, terutama bagi pelajar sebagai generasi penerus," kata Tomia.

Kegiatan yang diselenggarakan di Kios Konservasi Desa Kulati, Kecamatan Tomia Timur, Wakatobi mengedukasi anak-anak sebagai generasi muda bagaimana bisa memanfaatkan sampah yang ada di lingkungan.

"Membuat ecobrick untuk kemudian bisa dimanfaatkan atau dikreasikan dalam bentuk sesuatu sehingga bisa digunakan kembali," ujar dia.

Menurutnya, melalui upaya itu akan memberikan perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang baik dan benar, yang diawali dengan kesadaran masyarakat dalam memilah antara sampah yang bisa ataupun tidak bisa didaur ulang.

"Dari upaya ini ada perubahan di masyarakat bagaimana sampah-sampah yang dihasilkan sudah mulai bisa dipilah. Selanjutnya target berikutnya adalah bagaimana pemahaman anak-anak sudah terbangun dengan kegiatan seperti ini," ujar dia.

Dia juga berharap, dengan lomba ecobrick dapat menghasilkan kreasi dan inovasi dalam memanfaatkan sampah plastik agar dapat bernilai lebih dan bernilai seni.

Kanit Operasional dan Humas Jasa Raharja Sultra Agus Erick, berharap melalui lomba ecobrick dapat memberikan nilai tambah bagi sampah daur ulang yang dapat digunakan sebagai bahan seni dengan memberikan nilai tambah dari pengelolaan sampah tersebut.

"Jasa Raharja bersama YKAN memberikan edukasi kepada anak-anak dimana edukasi yang diberikan tentang bahaya sampah plastik," katanya.

Ecobrick merupakan metode yang digunakan untuk meminimalisir sampah plastik dengan media botol plastik yang diisi penuh dengan sampah anorganik bersih. Sehingga botol tersebut benar-benar keras dan padat dan bisa digunakan sebagai instalasi seni.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement