Rabu 14 Apr 2021 09:40 WIB

BEI Kedatangan Emiten Baru dari Industri Pupuk

Produsen pupuk buatan majemuk hara, PT Nusa Palapa Gemilang, resmi melantai di BEI.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya
Initial public offering / penawaran saham perdana
Foto: Republika.co.id
Initial public offering / penawaran saham perdana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Nusa Palapa Gemilang Tbk resmi tercatat sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebelumnya, perusahaan telah melakukan penawaran umum perdana (IPO) dan meraih dana sebesar Rp64,8 miliar dari aksi korporasi tersebut.

Jumlah saham yang dicatatkan yaitu sebanyak 3,2 miliar lembar dengan harga per saham sebesar Rp 100. Dalam rangka IPO itu, Perseroan yang bergerak di bidang Produksi, Pemasaran dan Perdagangan Pupuk Buatan Majemuk Hara Makro Primer ini menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. 

Baca Juga

Direktur Utama Perseroan, Uus Sudianto, menjelaskan langkah Perseroan untuk melantai di BEI melalui IPO adalah bagian dari strategi untuk memperbesar kapasitas pendanaan. "Selain itu juga demi meningkatkan tata kelola agar menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang," kata Uus, Rabu (14/4).

Kinerja Perseroan sampai dengan September 2020 telah mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang positif kendati pandemi Covid-19 telah merebak secara global. Perseroan tetap optimistis bahwa prospek usaha yang dijalankan saat ini masih akan positif ke depannya.

Optimisme tersebut didasari oleh pertumbuhan permintaan pupuk NPK dari perkebunan kelapa sawit sebagai imbas dari membaiknya harga CPO internasional. Secara keseluruhan, menurut Uus, pertumbuhan sektor non migas dari industri dasar dan kimia terus meningkat hingga 14,96 persen sampai dengan kuartal ketiga tahun 2020 yang lalu.

Head of Corporate Finance PT UOB Kay Hian Sekuritas, Daud Gunawan, mengatakan Perseroan telah memperoleh Ijin Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Maret 2021. Selama masa penawaran umum pada 31 Maret sampai 7 April 2021, menurut Daud, saham Perseroan, mendapatkan minat yang cukup positif dari para investor.

"Jumlah permintaan yang masuk mengalami oversubscribed hingga sebesar 3,97x dari jumlah total penawaran saham yang ditawarkan dalam IPO Perseroan ini," kata Daud.

Dari dana segar yang diperoleh pada saat IPO, sekitar 82 persen akan digunakan untuk akusisi lahan, sebanyak 17 persen akan digunakan untuk pelunasan pembelian mesin produksi dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja yaitu pembelian bahan baku produksi.

Daud mengatakan meyakini rencana ekspansi usaha yang didanai dari hasil IPO Perseroan tersebut akan memberikan efek yang positif bagi kelangsungan maupun prospek usaha Perseroan ke depannya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement