Sulit Antre, Mimpi Penyandang Disabilitas Jabat Tangan SBY Buyar

Rep: c63/ Red: A.Syalaby Ichsan

Senin 28 Jul 2014 18:28 WIB

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Foto: Antara/Andika Wahyu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

REPUBLIKA.CO.ID, Bisa bertemu presiden menjadi  impian banyak warga negara. Hal itu pun yang dirasakan Rukimin beserta ratusan penyandang disabilitas lainnya yang rela datang dari berbagai lokasi demi untuk bersalaman dengan sang presiden.

Setiap Idul Fitri, Presiden Susilo Bambang Yudoyono rutin menggelar open house untuk masyarakat umum di Istana Negara. 'Open House' pada Senin (28/7) menjadi kesempatan bagi rakyat untuk menjabat tangan sang presiden.

Namun, keinginan Rukimin beserta penyandang disabilitas lain untuk berjabat tangan secara langsung dengan orang nomor satu di negeri ini gagal.

Dari  hampir 500 penyandang disabilitas, ternyata tidak semua yang mendapat kesempatan untuk bertemu dengan SBY. Mereka yang gagal bertemu presiden, dikumpulkan di suatu ruangan yang disediakan. Mereka diberi pengertian mengenai kondisi di dalam antrian proses open house.

"Kalau semuanya diterima disana, banyak yang menunggu dan akan terlalu lama, dalam keadaan seperti itu sangat kasihan untuk menunggu," kata Staf Khusus Presiden Bidang Publikasi dan Dokumentasi Ahmad Yani Basuki.

Meski kecewa gagal bertemu SBY, Rukimin dan lainnya pun dapat memahami kondisi mereka yang tidak memungkinkan untuk masuk ke dalam. Seperti diketahui, lebaran sebelumnya sejumlah penyandang terkendala saat mengantre dengan masyarakat lainnya.

"Kecewa sekali, saya pengen banget jabat dengan beliau. Mau salaman sama beliau," kata Rukimin yang diamini oleh penyandang disabilitas lainnya.

Namun, kekecewaan para disabilitas tersebut agak sedikit terobati dengan adanya kompensasi kepada mereka. Bentuk kompensasi tersebut dimaksudkan untuk mengganti biaya akomodasi mereka dari tempat asalnya. Pasalnya, ada sebagian penyandang yang berasal dari daerah luar Jakarta seperti Karawang, Bekasi dan Tangerang.

"Dari Presiden (bantuannya), itu bentuk nominal uang ada makanan juga, Tidak usah kita sebutkan (angkanya), karena yang penting mereka nyaman," kata Ahmad Yani.

Alhasil, ratusan penyandang disabilitas dianjurkan untuk pulang. Sedangkan untuk mereka yang masih memungkinkan untuk menjalani antrean, tetap diizinkan bertemu dengan Presiden SBY.

"Mereka yang sangat ingin ketemu, akan kita bantu untuk ketemu. Pengalaman tahun lalu hanya ada 10 atau berapa perwakilannya," kata Ahmad Yani.

Dalam 'Open House' tersebut, Presiden SBY beserta Ibu Ani Yudoyono mempersilahkan masyarakat umum untuk bersilaturahmi dari pukul 15.30 WIB dan berakhir sampai pukul 17.00 WIB.

Terpopuler