REPUBLIKA.CO.ID, MANADO---Permintaan dodol salak yang diproduksi industri rumah tangga di Kabupaten Minahasa Tenggara(Mitra), Sulawesi Utara(Sulut) mengalami peningkatan jelang bulan puasa.
"Tingginya permintaan dodol salak Pangu, terlihat dari pesanan swalayan sebagai pengecer ke konsumen, terus meningkat," kata Artje Sengkey, salah satu industri rumah tangga dodol salak Mitra.
Artje mengatakan, permintaan yang meningkat jelang Ramadhan juga nampak saat pasar lelang komoditi agro (PLKA) dimana pasar swalayan minta pasokan sekitar 600 pak. "Dodol salak baru diproduksi optimal industri rumah tangga Sulut dalam satu dua tahun terakhir, tetapi peminatnya terus meningkat," kata Artje.
Kepala Seksi Sarana Perdagangan dan Bina Pasar, Disperindag Sulut, Johana Maweikere mengatakan, dodol salak merupakan salah satu jenis kue yang sangat cocok untuk mereka yang berbuka puasa.
"Produk dodol salak, memiliki rasa yang sangat khas, tidak terlalu manis dan agak asam, ini semakin membangkitkan selera saat disantap berbuka puasa," kata Johana.
Selain rasa istimewa, dodol salak produksi industri rumah tangga di daerah sentra dodol seperti Desa Pangu, Kecamatan Ratahan, Kabupaten Mitra tersebut, mampu tahan lama untuk jangka waktu beberapa pekan ke depan.
"Produk dodol salak ini berpotensi untuk berkembang menjadi produk unggulan industri rumah tangga Sulut, melihat potensi pasarnya yang sudah semakin meluas," kata Johana.
Produksi dodol salak oleh industri rumah tangga di Sulut tersebut, kata Johana, merupakan salah satu pengembangan tanaman buah tersebut sehingga mampu memberi penghasilan lebih besar ketimbang menjual dalam bentuk buah salak.