Kamis, 11 Sya'ban 1434 / 20 Juni 2013
find us on : 
  Login |  Register

Hari Pertama Lebaran, Jalur Medan-Brastagi Lengang

Senin, 20 Agustus 2012, 14:15 WIB
Komentar : 0
Republika/Maspril Aries
  Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang sudah mulus (ilustrasi).
Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang sudah mulus (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN – Jalur lintas Sumatera, Medan-Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, lengang sejak hari pertama Idul Fitri 1433 Hijriah (19/8) hingga Senin, (20/8).

Salah seorang pengemudi mobil pribadi, Kamil Mustafa (51) di Kabanjahe, menyebutkan jalan lintas Sumatera (Jalinsum) yang dilalui sejak dari Medan-Berastagi dalam keadaan tenang.

"Tidak ada kemacetan atau tanah longsor. Meski biasanya pada hari-hari besar keagamaan seperti Lebaran ini, Jalan Medan-Berastagi sering mengalami kemacetan, karena padatnya warga yang ingin pergi liburan ke kota 'buah' tersebut," katanya.

Namun, lanjut Kamil, pada hari pertama dan kedua Idul Fitri justru jalan dari Medan menuju Kota Kabanjahe yang terkenal dengan daerah penghasil sayur-mayur itu tidak begitu ramai.

"Pada hari-hari libur biasa seperti Ahad, Jalinsum Medan-Berastagi terkenal dengan kemacetan atau rawan terhadap tanah longsor dari gunung. Longsor yang terjadi itu, biasanya menutup badan jalan negara tersebut," ujarnya.

Dalam menyambut Lebaran tahun ini, sebagian jalan negara itu, kelihatan sudah banyak yang diperbaiki, sehingga tidak berlubang dan rusak parah seperti selama ini.

Sebelumnya, Dinas Bina Marga Sumatera Utara mencatat adanya 20 lokasi rawan longsor yang harus diwaspadai masyarakat ketika mudik dan balik pada Lebaran 1433 Hijriah.

Ke-20 lokasi rawan longsor tersebut cukup tersebar dan ada yang berada di jalur lintas kabupaten/kota, di antaranya kawasan Tanah Abang di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang hingga kawasan Seribu Dolok di Kabupaten Simalungun serta kawasan Jembatan Merah di Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal.

Redaktur : Chairul Akhmad
Sumber : Antara
612 reads
Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah. Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah(Abu Daud (2357), Ad Daruquthni (2/401))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Gerakan Dakwah Islam di Negeri Sombrero
MEXICO CITY--Populasi Muslim Meksiko terbilang paling sedikit diantara negara latin lainnya. Namun, semangat berislam Muslim Meksiko begitu luar biasa. Sejak pertengah...
Content x