Thursday, 8 Zulhijjah 1435 / 02 October 2014
find us on : 
  Login |  Register
Thursday, 16 August 2012, 14:01 WIB

Waspadai, Jalur Nagrek Masuki Puncak Arus Mudik

Jalur Nagrek

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG  -- Jalur lintas selatan Jabar di Nagreg, Kabupaten Bandung memasuki masa puncak arus mudik Lebaran 2012 dengan peningkatan kendaraan yang melintas yang cukup signifikan. "Diprediksi puncak arus mudik di jalur Nagreg akan terjadi pada Kamis dan Jumat besok, saat ini jumlah kendaraan terus meningkat, namun masih cukup lancar," kata Kapolres Bandung, AKBP Sandi Nugroho di Bandung, Kamis (16/8).

Menurut Sandi, pihaknya telah mengerahkan kekuatan penuh personil di jalur Nagreg, khususnya untuk mengendalikan kepadatan di jalur selatan Jabar. Sebanyak enam CCTV dipasang di kawasan jalur selatan mulai dari Cileunyi hingga Nagreg yang dipantau intensif di Posko Pengamanan Lebaran Polres Bandung di kawasan Cileunyi dan tersambung secara online ke TMC Polda Jabar dan Mabes Polri.

"Pemudik sudah meningkat sejak Kamis pagi, terutama yang menggunakan sepeda motor," kata Sandi Nugroho. Sementara itu kawasan Nagreg, saat ini tidak lagi menjadi penyebab kemacetan di jalur selatan, namun demikian masih terkena imbas akibat adanya ketersendatan arus lalu lintas di jalur Limbangan Kabupaten Garut.

Lalu lintas pemudik berbaur dengan kendaraan warga yang beraktivitas di hari terakhir kerja bagi PNS dan juga karyawan swasta di Bandung Raya itu.

"Kami antisipasi peningkatan dan gelombang pemudik yang diprediksi meningkat pada petang dan malam hari ini. Jalur alternatif Cijapati juga dilintasi pemudik. Di beberapa lokasi jalan itu sudah dilebarkan, namun tetap diprioritaskan untuk kendaraan kecil," kata Kapolres Bandung itu.

Jalur Cileunyi - Sumedang juga terjadi kepadatan, khususnya di ruas Jatinangor hingga Tanjungsari. Sedangkan, di jalur tanjakan Cadas Pangeran relatif lancar. Aktivitas pasar dan terminal di Tanjungsari menjadi titik ketersendatan di jalur tengah di Jawa Barat itu.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda
Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya(HR. Muslim, no. 2588)